Tentang Judo (II)

Judo sebagai cabang olahraga

Kaum perempuan pertama kali diterima sebagai judoka pada tahun 1893, walaupun pada saat itu kaum olahragawati dianggap sebelah mata di dalam struktur masyarakat Jepang. Meskipun demikian, kemajuan yang dramatis ini hanya berlangsung sebentar, karena pada hakekatnya mereka masih dijauhkan dari pertandingan-pertandingan resmi, dengan alasan keselamatan fisik.

Setelah Perang Dunia II, judo bagi laki-laki dan perempuan diperkenalkan keluar Jepang. Persatuan Judo Eropa dibentuk pada tahun 1948, diikuti dengan pembentukan Federasi Internasional Judo pada tahun 1951. Judo menjadi salah satu cabang olahraga resmi Olimpiade pada Olimpiade Tokyo 1964 di Tokyo, Jepang. Judoka perempuan pertama kali berlaga di Olimpiade pada Olimpiade Barcelona 1982 di Barcelona, Spanyol.

Tingkatan Judo dan warna ikat pinggang

Dimulai dari kelas pemula (shoshinsha) seorang judoka mulai menggunakan ikat pinggang dan disebut berada di tingkatan kyu kelima. Dari sana, seorang judoka naik tingkat menjadi kyu keempat, ketiga, kedua, dan akhirnya kyu pertama. Setelah itu sistem penomoran dibalik menjadi dan pertama (shodan), kedua, dan seterusnya hingga dan kesepuluh, yang merupakan tingkatan tertinggi di judo. Meskipun demikian, sang pendiri, Kano Jigoro, mengatakan bahwa tingkatan judo tidak dibatasi hingga dan kesepuluh, dan hingga saat ini karena hanya ada 15 orang yang pernah sampai ke tingkat dan kesepuluh, maka tidak ada yang pernah melampaui tingkat tersebut.

Warna ikat pinggang menunjukkan tingkatan kyu ataupun dan. Pemula, kyu kelima dan keempat menggunakan warna putih; kyu ketiga, kedua, dan pertama menggunakan warna cokelat; warna hitam dipakai oleh judoka yang sudah mencapai tahapan dan, mulai dari shodan, atau dan pertama, hingga dan kelima. Judoka dengan tingkatan dan keenam hingga dan kesembilan menggunakan ikat pinggang kotak-kotak bewarna merah dan putih, walaupun kadang-kadang juga menggunakan warna hitam. Tingkatan teratas, dan kesepuluh, menggunakan ikat-pinggang merah-putih atau merah. Judoka perempuan yang telah mencapai tahap dan keatas memiliki garis putih yang memanjang di bagian tengah ikat pinggang hitam mereka.

Lantai Judo

Pertandingan judo diselenggarakan di atas karpet atau matras (tatami) berbentuk segi empat (belah ketupat) dengan sisi 14,55 meter atau sepanjang 8 tatami yang dijajarkan. Selain dialasi matras, kebanyakan dojo judo sekarang menggunakan pegas di bawah lantai palsu, untuk menahan benturan akibat bantingan.

Di awal pertandingan, kedua judoka berdiri di tengah-tengah tepat di belakang garis sejajar dengan diawasi oleh juri. Sebelum dimulai, kedua judoka tersebut menunduk memberi hormat satu sama lain dari belakang garis. Di sudut atas dan bawah belah ketupat duduk dua orang hakim, dan di belakang masing-masing judoka, di luar arena yang dibatasi matras, duduk judoka-judoka dari regu yang sama, dan duduk pula seorang pencatat waktu dan seorang pencatat nilai.

Pertandingan diselenggarakan di dalam arena di dalam matras yang dibatasi oleh (dan termasuk didalamnya) garis merah (jonai). Luas arena tersebut adalah 9,1 meter persegi dan terdiri dari 50 tatami. Waza atau teknik judo yang dipakai di arena diluar garis merah (jogai) tersebut dianggap tidak sah dan tidak dihitung.

Seragam Judo

Seragam (gi) longgar yang dikenakan seorang judoka (judogi) harus sesuai ukurannya.

Jaket

Bagian bawah jaket menutupi pantat ketika ikat pinggang dikenakan. Antara ujung lengan dengan pergelangan tangan selisih 5-8 cm. Lengan baju panjangnya sedikit lebihnya dari dua pertiga panjang lengan. Karena jaket ini dirancang untuk menahan benturan tubuh akibat dibanting ke lantai, maka bahannya umumnya lebih tebal dari seragam karate (karategi) atau bela diri yang lain

Ikat pinggang

Ikat pinggang harus cukup panjang sehingga menyisakan 20-30 cm menjuntai pada masing-masing sisi.

Celana

Celana yang dipakai sedikit longgar. Antara ujung celana dengan pergelangan kaki selisih 5-8 cm. Celana panjangnya sedikit lebihnya dari dua pertiga panjang kaki.

Mengenakan seragam

Celana dikenakan dan tali celana dikencangkan. Jaket kemudian dikenakan dengan sisi kiri di atas sisi kanan. Kenakan ikat pinggang dengan cara meletakkan tengah-tengah sabuk di depan perut, kemudian kedua ujung sabuk diputar melingkar di belakang pinggang kembali ke depan; pegang kedua ujung sabuk, lalu talikan dengan kedua ujung berakhir secara horisontal. Talikan dengan kencang sehingga tidak lepas pada saat pertandingan.

Peraturan pertandingan

Pertandingan judo diadakan antara perorangan dan juga beregu. Beberapa kompetisi membagi pertandingan menjadi 8 kategori, berdasarkan berat tubuh. Kompetisi lain membagi pertandingan berdasarkan tingkatan dan, umur, dan lain-lain. Ada juga yang tidak mengenal pembagian apapun.

Satu pertandingan judo berlangsung selama 3-20 menit. Pemenang ditentukan dengan jalan judoka pertama yang meraih satu angka, baik dengan bantingan maupun kuncian. Jika setelah waktu yang ditentukan tidak ada pemain yang memperoleh satu angka, pemain dengan nilai lebih tinggi menang atau pertandingan berakhir seri.

Judo, sebagaimana olahraga lain dari Jepang, diselenggarakan dengan penuh tata krama. Kedua judoka membungkuk memberi hormat satu sama lain pada awal dan akhir pertandingan.

Awal pertandingan

Judoka menghadap satu sama lain, meluruskan telapak kaki mereka di belakang garis masing-masing di tengah-tengah arena dan berdiri tegak lurus. Lalu mereka saling membungkuk pada saat yang sama. Kemudian mereka maju satu langkah, diawali dengan kaki kiri, dan berdiri dengan posisi kuda-kuda alami (shizen hon tai). Sang juri atau wasit lalu berkata “Mulai” (Hajime) dan pertandingan pun dimulai.

Akhir pertandingan

Kedua judoka kembali dalam posisi kuda-kuda alami dan menghadap satu sama lain satu langkah di depan garis mereka masing-masing. Juri kemudian mengumumkan hasil pertandingan, dan kedua kontestan mundur selangkah ke belakang garis dimulai dengan kaki kanan. Mereka lalu membungkuk lagi dan keluar dari arena.

Sistem penilaian

Satu angka (ippon) dapat diperoleh dengan jalan:

  • Bantingan (nage waza): Jika judoka dapat mengungguli teknik lawan dengan membantingnya dengan tenaga dan kecepatan dengan punggung membentur lantai terlebih dahulu.
  • Kuncian (katame waza): Jika judoka berhasil mengunci lawan sehingga ia mengucapkan kata “Aku menyerah!” (maitta), atau menepuk lantai dua kali dengan tangan atau kaki, pingsan, atau jika kuncian tersebut berlangsung paling sedikit 30 detik (osae waza) dan diumumkan bahwa pertandingan berakhir (osae komi)

Setengah angka (waza ari) dapat diperoleh dengan cara:

  • Bantingan: Jika teknik judoka cukup bagus namun tidak sampai layak untuk menerima angka penuh.
  • Kuncian: Jika judoka berhasil mengunci lawannya selama paling tidak 25 detik.

Dua waza ari berarti satu angka, namun setengah angka saja tidak cukup untuk menentukan seorang pemenang, maka oleh para perancang pertandingan dibuatlah sistem angka tambahan.

Tambahan (yuko dan koka) yang tidak peduli berapapun tidak akan mengungguli satu ‘Setengah-angka’, namun dapat menjadi penentu jika masing masing judoka memperoleh nilai yang sama (1W1Y0K – 1 Waza dan 1 Yuko menang melawan 1W0Y9K – 1 Waza dan 9 Koka). Angka tambahan ini diperoleh jika teknik yang diperagakan tidak cukup bagus untuk memperoleh nilai setengah (yuko) atau tidak cukup bagus untuk memperoleh yuko (koka). Tidak jarang suatu pertandingan ditentukan dengan banyaknya yuko dan koka yang diperoleh (karena satu angka otomatis menang dan dua setengah-angka juga otomatis menang)

Jika jumlah nilai yang diperoleh kedua judoka sama, maka kadang-kadang suatu pertandingan menggunakan sistem pemungutan suara antara kedua hakim sudut dan juri (dengan total tiga suara).

Teknik terlarang

Teknik-teknik atau waza yang berbahaya tidak diijinkan penggunaannya. Total teknik terlarang berjumlah 31 (32 untuk perempuan). Judoka akan dikenai empat tingkatan sanksi, tergantung seberapa berat pelanggaran yang dilakukan. Untuk tiap-tiap jenis pelanggaran, pertandingan dihentikan sejenak dan kedua judoka kembali ke garis masing-masing.

Pelanggaran ringan (shido) adalah peringatan untuk pelanggar peraturan yang tidak seberapa berbahaya. Judoka diberi peringatan awasete chui jika melakukannya untuk kedua kalinya. Pelanggaran ini memiliki nilai berkebalikan dengan satu koka. Beberapa tindakan yang akan mendapat peringatan:

  • Seorang judoka kehilangan semangat bertarung dan tidak menyerang selama lebih dari 30 detik
  • Melepas ikat pinggang lawan atau ikat pinggang sendiri tanpa ijin dari juri
  • Melilit tangan lawan dengan ujung ikat pinggang (atau ujung baju)
  • Memelintir atau berpegang pada ujung lengan baju maupun celana lawan
  • Memasukkan bagian seragam lawan manapun ke dalam mulut (menggigit seragam lawan)
  • Menyentuh wajah lawan dengan bagian tangan atau kaki manapun
  • Menarik rambut lawan
  • Mengunci telapak tangan lawan dengan telapak tangan sendiri selama lebih dari 6 detik dalam posisi berdiri

Pelanggaran kecil (chui) adalah peringatan untuk pelanggaran yang lebih berat dari pelanggaran ringan. Pelanggaran ini memiliki efek negatif sebesar yuko Beberapa contohnya sebagai berikut:

  • Memasukkan bagian kaki manapun ke seragam lawan, baik ikat pinggang maupun jaket, selama kuncian dilakukan lawan
  • Mencoba mematahkan jari lawan untuk melepaskan genggaman lawan
  • Menendang tangan lawan dengan kaki atau lutut untuk lepas dari cengkeraman lawan

Pelanggaran berat (keikoku) adalah pelanggaran yang dapat dikenai sanksi dan teguran keras. Judoka yang melakukan pelanggaran ini akan dikurangi nilainya sebesar setengah angka. Dua pelanggaran kecil memungkinkan dikenainya sanksi yang sama. Contoh pelanggaran-pelanggaran berat:

  • Mengunci lengan lawan (kansetsu waza) di manapun selain di sikut
  • Menarik lawan yang tergeletak menengadah ke atas di lantai dan kemudian membantingnya kembali
  • Seorang judoka melakukan tindakan berbahaya apapun yang bertentangan dengan jiwa judo.

Pelanggaran serius (hansoku make) adalah pelanggaran yang dapat membuat seorang judoka didiskualifikasi karena melakukan pelanggaran yang sangat berat sehingga membahayakan baik lawannya maupun orang lain. Empat kali peringatan (shido) juga dapat dikenai sanksi ini.

Posisi tubuh dalam judo

Posisi tubuh yang benar merupakan bagian yang penting di dalam judo.

Posisi duduk

Duduk bersila (seiza) Dari posisi berdiri, kaki kiri ditarik ke belakang, lalu lutut kiri diletakkan ke lantai di tempat di mana jari kaki kiri tadinya berada. Lakukan hal yang sama dengan kaki kanan, dan kedua kaki pada saat ini harus bersangga pada jari kaki dan lutut. Kemudian luruskan jari kaki sejajar dengan lantai dan pantat diletakkan di atas pangkal kaki. Letakkan kedua tangan di atas paha masing-masing sisi. Untuk berdiri, lakukan prosedur yang sama dengan cara terbalik.

Memberi hormat (zarei) Dengan bersila, bungkukkan badan ke depan sampai kedua telapak tangan menyentuh lantai dengan jari tangan menghadap ke depan. Diam dalam posisi ini selama beberapa saat, kemudian kembali ke posisi bersila.

Posisi berdiri

Memberi hormat (ritsurei) Berdiri dengan kedua pangkal kaki didekatkan, bungkukkan badan ke depan sekitar 30 derajat dengan telapak tangan di depan paha. Diam dalam posisi ini selama beberapa saat, kemudian kembali ke posisi berdiri.

Posisi alami (shizen tai) Kaki dibuka sekitar 30 cm dalam posisi natural dengan berat badan yang dibagi sama rata di kedua kaki. Istirahatkan otot bahu dan tangan. Ini adalah postur dasar dan alami judo.

Posisi bertahan (jigo tai) Dari posisi alami, kaki dibuka lebih lebar, lutut ditekuk agar pusat gravitasi tubuh lebih turun.

Melangkah (suri ashi) Cara berjalan di dalam judo dengan cara telapak kaki menyusuri lantai untuk menjaga kestabilan. Pastikan langkahnya sama rata dan pusat gravitasi tetap di posisi yang sama agar dapat bergerak lincah ke segala arah.

  • Kanan-kiri (ayumi ashi): Seperti berjalan biasa, telapak kaki melewati satu sama lain ketika berjalan
  • Kanan-kanan (tsugi ashi): Setelah kaki pertama maju, kaki kedua yang maju tidak melebihi posisi kaki pertama

Posisi jatuh dan berguling

Menguasai posisi ini memungkinkan untuk melindungi diri sendiri ketika dijatuhkan atau dibanting lawan dan mengurangi ketakutan ketika dilempar oleh lawan.

Jatuh ke belakang (ushiro ukemi) Kaki disatukan dan tangan juga disatukan, jatuhkan punggung ke matras dengan tangan lurus di samping tubuh dan telapak tangan menyentuh lantai untuk menahan jatuh. Lindungi bagian belakang kepala dengan menyentuhkan dagu ke tubuh.

Jatuh ke samping (yoko ukemi) Dari posisi berdiri, jatuhkan diri ke belakang, angkat kedua kaki satu persatu, kemudian angkat kedua tangan di depan tubuh. Berguling ke kanan (atau kiri) matras dengan kepala tetap dilindungi agar tidak menyentuh lantai. Kemudian tahan tubuh dengan tangan dan telapak tangan kanan (atau kiri).

Jatuh ke depan (mae ukemi) Jatuhkan diri ke depan dengan kedua telapak tangan di depan muka, sikut ditekuk. Jatuh tertelungkup dengan ditahan oleh kedua tangan, badan diluruskan, otot perut dikencangkan, dan tahan tubuh dengan ditahan oleh kedua tangan dan jari kaki (lutut diangkat).

Berguling ke depan (mae mawari ukemi) Berguna pada saat dilemparkan oleh lawan. Dari posisi berdiri, kaki kanan dimajukan telapak tangan kiri disentuhkan ke lantai. Bahu kanan kemudian dilemparkan ke depan dengan telapak tangan menghadap ke belakang, ini dilakukan bersamaan dengan kedua kaki menjejak lantai dan berguling ke depan. Kedua kaki dan tangan hendaknya menyentuh lantai secara bersamaan.

Teknik Judo

Teknik bantingan judo (nage waza) dapat dibagi menjadi teknik berdiri (tachi waza) dan teknik menjatuhkan diri (sutemi waza). Teknik berdiri dibagi lagi menjadi teknik tangan (te waza), teknik pangkal paha (koshi waza), dan teknik kaki (ashi waza). Teknik menjatuhkan diri dibagi lagi menjadi teknik menjatuhkan diri ke belakang (ma sutemi waza) dan teknik menjatuhkan diri ke samping (yoko sutemi waza)

Teknik kuncian judo (katame waza) dapat dibagi menjadi teknik menahan (osae waza atau osaekomi waza), teknik jepit (shime waza), dan teknik sambungan (kansetsu waza)

Teknik menyerang (atemi waza) dengan tendangan atau pukulan bahkan dengan senjata pisau atau pedang kadang digunakan untuk latihan bagi judoka tingkatan tinggi, walaupun dalam pertandingan resmi hal tersebut dilarang (demikian pula pada saat latihan bebas (randori)

Teknik bantingan (teknik berdiri)

  • Sapuan lutut – hiza guruma
  • Jegal dari belakang – o soto gari
  • Jegal dari depan – ‘ko uchi gari
  • Sapuan samping – deashi barai
  • Bantingan paha – uchi mata
  • Bantingan pangkal paha memutar – o goshi
  • Bantingan pangkal paha angkat – surikomi goshi
  • Bantingan pangkal paha sapuan – harai goshi
  • Lemparan bahu – seoi nage
  • Menjatuhkan tubuh – tai otoshi
  • Lemparan guling belakang – tomoe nage

Teknik kuncian (teknik berbaring)

Teknik kuncian (katame waza) disebut juga teknik berbaring (ne waza) karena teknik ini dilakukan ketika seorang judoka atau lawannya berbaring menghadap ke atas atau ke bawah.

  • Kuncian pinggang – kesa gatame
  • Kuncian bahu – kata gatame
  • Kuncian empat sisi – yoko shiho gatame
  • Kuncian empat sisi atas – kami shiho gatame
  • Kuncian belakang – kataha jime
  • Kuncian kalung – okuri eri jime
  • Kuncian tangan – ude garami
  • Kuncian tangan silang – ude hishigi juji gatame

Pertolongan pertama judo

Seringkali di dalam pertandingan judo, seorang judoka mengalami asphyxia, di mana judoka mengalami kesulitan bernafas karena kekurangan oksigen. Untuk itu, judo telah mengembangkan suatu pertolongan pertama untuk mengembalikan kesadaran mereka yang terkena asphyxia atau aspiksia. Hal ini dapat terjadi jika kuncian yang dilakukan terlalu kuat sehingga lawan berhenti bernafas sesaat. Orang tersebut segera memerlukan pertolongan darurat di tempat.

Judo di Indonesia

Judoka Indonesia bernaung di bawah PJSI (Persatuan Judo Seluruh Indonesia) yang bernaung di bawah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Tokoh-tokoh Judo Indonesia antara lain Ferry Sonneville, pebulutangkis yang aktif membidani lahirnya PJSI; Perry G. Pantouw, juara SEA Games 1983; Kresna Bayu, Maya Fransisca, Ira Purnamasari, Aprilia Marzuki, Peter Taslim, atlit judoka Indonesia.

Pada tahun 1970-an dan 1980-an dikenal nama-nama atlit seperti Bambang Prakasa, Ceto Cosadek, Raymond Rochili dsb. Dibawah kepemimpinan Ir. Soehoed saat itu, Judo merintis didirikannya training center untuk pelatnas di Ciloto, Puncak, Jawa Barat. Saat itu di Jakarta sangat berkembang berbagai perguruan Judo, seperti misalnya Judo Waza di Jakarta Selatan (dipimpin oleh alm. Robert Judono/ Robert Jung), Perguruan Judo Tiang Bendera di Jakarta Utara, dan sebagainya.

Pranala luar

By darwis97 Posted in Judo Tagged

45 comments on “Tentang Judo (II)

  1. Hi Bung Darwis..
    Salam Judo!!

    Terimakasih saya ucapkan atas tulisan mengenai olahraga senibeladiri Judo, terharu,bangga sekaligus sedih melihat perkembangan judo tanah air kita sekarang ini.

    Perkenalkan:
    Nama saya Sukma Every Lisa , saya pernah tinggal di Ciloto (Pelatnas).
    Sekarang saya bergabung dengan club lokal di Virginia USA.

    Mungkin suatu saat kita bisa berbincang2 tentang Judo.

    Regards,

    Sukma

  2. Salam judo,
    Sangat memprihatinkan memang, saat PON sekarang ini saja nama2 seperti Krisna Bayu, Peter taslim, Andi Nugroho, Eldi gan, jimmy gan, lita theresia, fanny pie dll masih main, tidak ada regenerasi, Ciloto (PJI) mati suri, pembinaan di Pengda tidak jalan, dulu Indonesia adalah raja Asia Tenggara sekarang sudah tidak lagi

    di Ciloto dulu Pelatnas atau di AKORIN nya ?

  3. salam olahraga…
    terima kasih tulisan anda tentang olahraga beladiri judo,perkenalkan..nama saya retno wati, saya termasuk pecinta olahraga judo n berlatih di PJKB sepolwan jakarta selatan.menanggapi semua berita yang ada tentang judo di indonesia, itulah adalah kenyataan bahwa atlet2 tua tetap harus mendominasi tiap2 pertandingan nasional krn belum ada junior2 yang bisa menggantikan posisi mereka ditiap pertandingan.regenerasi atlet belum berjalan sesuai rencana n pemasalan olahraga ini pernah dipromosikan akan tetapi hasilnya nihil…oia apakah anda pernah ikut olahraga judo?

  4. salam juga..
    10 tahun jadi pejudo pernah ikut Soehoed cup, kapolri cup, Pra PON,POMNAS dll, cuman gak dapat hasil apa-apa, waktu msh aktif main di kelas 66 kg, pernah lawan Peter Taslim (jawara kelas 66 kg) n lsg kalah he…he…he, organisasi yang buruk, sistem pembinaan yang gak jelas jd alasan untuk gak menggantungkan hidup di Judo, jd cari kerja sampai sekarang, dulu setiap pejudo junior pingin juara biar bisa masuk Ciloto dan sekolah di Ragunan sehingga bibit2 junior selalu tercipta dari kompetisi yang baik, sekarang saya lihat tidak ada lagi yg kyk gitu

  5. salam olah raga.
    saya atlit judo asal sumatra barat, bergabung di judo tahun 2003 Bersama rekan-rekan di PJB POLDA SUMBAR, terakhir akhir mengikuti pertandingan di Sumatera Selatan ( Open Turnamen Judo ) selama mengikuti pertandingan judo di tanah air banyak mendapat pengalaman dan teman baru.

  6. Skarang Judo tampaknya lagi lesu Ndak ada kemajuan dari tahun ke tahun yang terakhir Piala Kartika habistu ndak ada lagi.kapannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn lagi

  7. Kasiaaaaan deh, dulu masih junior menggebu-gebu latihan pengin juara sampe senior, setelah senior baru sadar kalo gak ada masa depannya, kejuaraan jarang, gak bisa jadi sandaran hidup !

  8. Salam Judo..!!

    Hallo Mas Darwin,
    Di ciloto dulu saya angkatan Kresna bayu (angkatan pertama), Kami berdua pernah menjadi atlit terbaik junior tahun 1989 untuk kategori usia s/d 13 tahun putra dan putri. Dan sama2 menjuarai Kejuaraan ASEAN Junior di Bali.

    Masuk Pelatnas tahun 1991 sampai 1993 (ciloto), lulusan dari SMAN Cipanas..dan kuliah di Universitas Indonesia ,waktu itu AKORIN belum ada.Sambil kuliah saya tinggal dan latihan di SELAPA POLRI/SEPOLWAN Ciputat dari tahun 1994 s/d 1999, salah satu pelatih waktu itu Mr. Toshiya Anzai.

    Kalau bicara tentang Judo memang ga ada habisnya,mungkin suatu hari kita bisa berbagi pengalaman .

    Terima Kasih.

  9. saya ira purnamasari atlet jawa barat dan dibesarkan oleh klub JIB bandung dan PJI…
    memang perkembangan JUDO di INA tidak begitu menggembirakan, saya sedih sekali sebagai atlet Judo. pada saat SEA Games Thailand 2007, sangat terlihat kemunduran prestasi kita, apalagi kalau melihat Thailand yang berani menurunkan atlet U-24, wah hebat bgt deh… sedangkan qta??? tetep masih dengan atlet dulu-dulu juga.. tapi mudah-mudahan dengan kepengurusan pb pjsi yang baru ini, qta bisa dapat harapan yang cerah.. demi kemajuan prestasi judo INA…HIDUP JUDO INA…

  10. Hidup judo Indonesiaaaa… jadi tersanjung nih dikunjungi juara Nasional, sea games… dst, saya ikut doakan dengan kepengurusan baru Judo Indonesia bisa bangkit kayak dulu jadi jawara di kawasan asia, mudah-mudahan akan ada penerusnya pejudo seperti Kresna bayu, ceto cosadek, Kasto subekti, Perry pantaouw, iswanda, maya fransiska, lita theresia, gandung, ira purnamasari, martin tandio, peter & Johanes taslim,nyoman sudarmayasa, wayan sutikno ……..dst, sorry yang saya ingat angkatan lama aja, yang sekarang sudah gak ngikuti lagi ?><?<?

    • Mas Darwis, saya mau latihan judo, tapi saya ga tau tempat latihan judo di samarinda. Mungkin mas Darwis bisa rekomendasikan tempat latihan judo. Terima kasih mas

  11. Mas Budi tinggalnya dimana?? mungkin saya bisa sumbang saran klub yang dekat dengan rumah tinggal/ kampus/kantornya.

    Salam Olah raga!

    • mbk ani saya kagum sama judo setelah melihat saya langsung kagum, saya ingin sekali bergabung, asal saya di samarinda dimana saya bisa ikut latihan?

    • ada mas bambang, kasto subekti lebih senior dari Kresna bayu, beda angkatan, dulunya pak kasto dari brimob balikpapan dan pindah tugas ke Mabes, angkatan pak kasto antara lain Ceto cosadek, pujawati, dll

  12. Untuk yang kesekian kalinya saya mau minta tolong sama pak darwis,apabila dalam permintaan saya ini amat membebankan pak darwis saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,cerita yang sesungguhnya begini pak,,kasto subekti adalah abang kandung saya,kasto subekti berasal dari kab nganjuk,desa karang semi,beliau anak dari bapak yang bernama Sukiran .dan dia tinggal bersama kakeknya yang ada di desa karang semi,sedangkan saya waktu itu masih duduk di bangku sekolah,dan belum ngerti apa2.saat itu kami masih tinggal di tanggul kab jember bersama keluarga yang lain,dan waktu itu juga dia pernah berkunjung ke rumah bersama kawannya yang waktu itu baru habis pendidikan,setelah selesai sekolah aku merantau kemalaysia untuk mencari rejeki dan membantu orang tuaku untuk meringankan beban mereka,sekarang ayah dah tiada lagi,,dan kami tak mau kami itu ,putus hubungan begitu saja.”””pepatah orang jawa itu jangan sampai mati obor”””untuk itu saya mohon dengan sangat agar pak darwis dapat menolong saya.untuk itulah saya perlukan nomer h/p pak kasto subekti.nomor h/p saya +60129314103 atau +60166137879.untuk semua jasa-jasa pak darwis akan selalu kukenang.

    • mohon maaf pak bambang baru dibales, saya sdh lama gak tau lg informasi pak Kasto, setahu saya beliau bertugas di MAKO Brimob Kelapa 2, atau mungkin di Polda Metro Jaya, mungkin bisa menghubungi Para pejudo pelatnas, atau biasanya saat ada Kejurnas Judo beliau ada hadir.

      demikian pak, sekali lagi mohon maaf!

  13. Salam kenal saya ingin mengikuti latihan,,judo,,biar saya menjadi atlit judo yang handal,,kyk apa cara prosudur,,biar saya bisa latiahan,,thanks

  14. tulisan anda luar biasa … ngaconya…. tapi saya salut buat anda sudah perhatian ama judo…., saran saya modal semangat tdk cukup.. tanpa pengetahuan…namun paling tidak tulisan anda dapat sebagai menjadi gambaran begitu luarbiasanya semangat pejudo kaltim…

  15. hi bp. darwis yg luar biasa…..
    salut deh lut banget… angkat topi buat inte, judo ktm mang luar biasa, terutama seperti inte semangatnya ,lo bleh nitip gue pejudo ktm tp dah nda aktif lagi… numpang nanya pa ada anak2 ktm yg juara sea game di laos 2009 pa darwis,,… n katanya anak anak kaltim dapat 3 emas di kartika magelang 2010. spa aja ya… pa anak ktm betulan?, official nya spa yg bawa tu…
    Pa darwis mudah2an tdk keberatan n semoga gue nda salah, judo menurut yang gue tau adalah cara yang lembut,dalam gokyu no kaisetzu teknik judo terdiri:
    I. sedikit tentang teknik judo (mohon ma’af jika salah)
    1. nage waza (atas)
    a. tachi waza (melempar sambil berdiri):
    1). Te waza (tangan)contoh; ippon seo nage,sumi otoshi, tai otoshi dll
    2). Koshi waza (Pinggul/pinggang): u goshi, uke goshi, harai goshi dll
    3). Ashi waza (kaki): uchi mata, de ashi barai, o sato gare dll
    b. sutemi waza (melempar sambil menjatuhkan diri):
    1). ma sutemi waza(menjatuhkan diri dihadapan lawan):tomoe nage, uranage
    2). Yuko sutemi waza (menjatuhkan diri disamping lawan): yuko wakare dll
    2. katame waza (bawah/bergumul):
    a. osaekomi waza (kuncian)
    b. Shemi waza (cekikan)
    c. Kansetzu waza (patahan – hanya sikut)

    II. Sedikit tentang perwasitan (mohon maaf jika keliru)
    1. Tentang kumi kata (berpegangan):
    a. standart
    b. tidak standar;
    1). tidak standart, langsung mendapat hukuman:
    a). pegang di bawah obi – celana (hansuku make – diskualifikasi)
    b). pegang bagian dalam sode (shido)
    c). Pegang sode dibentuk pistol (shido)
    d). dll
    2). Tidak standart, tidak langsung mendapat hukuman ada jeda waktu
    a). pegang obi (hitungan kira2 5000)
    b). penagan satu sisi (hitungan kira2 500)
    c). dll

    III. Sedikit tentang penilaian (mohon ma’af jika tidak benar)
    1. nilai tertinggi “ippon” (ada power, teknik, balance, jatuh pundak
    termasuk jembatan)
    2. nilai ke-dua tertinggi “waza-ari” (kurang salah satu syarat ippon)
    3. nilai terendah “yuko” (kurang dua syarat ippon – jatuh menyamping).

    mungkin ini dulu pa darwis mohon koreksi …

    oh nya pa darwis , boleh saya tau pelatih2 judo ktm yg masih aktif sampai sekarang.

    ++++++ pada hakekatnya melempar lawan dalam berlatih judo adalah membantunya untuk bangkit kembali ========== hehehehe ==== aneh ya…

    • Terima kasih atas thread nya:
      1. saya sudah tidak pernah main judo lg jadi gak tau info yang baru tentang judi KALTIM
      2. untuk tulisan diatas bukan saya yang menulis, tertulis dibagian bawah saya mengambil dari Wikipedia, saya gak banyak tau tentang teori2 Judo, kalu memang mau, mas bisa menambahkan/ mendaftarkan tulisan mas ke Wikipedia.
      3.Kalau gak salah yang mas sebutin itu peraturan yang berlaku sekarang ya, kyk beda dgn yg dulu (sori sudah gak update lg) untuk nilai “Koka” sudah gak ada lagi ya?
      4. Pelatih Judo Ktm yang aktif juga gak tau, sudah gak update lagi.

  16. sama donk d berou nd ada koran ya pa darwis………., tw pura2…sm ma yg lain.., sepertinya kalo bisa mengutuk org yg bikin yudo ktm dah banyak prestasi seperti sekarang… , sihan dech org itu y….

  17. ha…ha…ha…koran memang susah di berau…..intinya saya sudah gak ngikutin lg mas perkembangan judo kaltim ,
    sekarang kerja di tambang jd jarang baca koran, mendingan konsentrasi sama kerjaan, dari pada mikirin pendapat orang lain, ….

  18. wis… seamat bpp dpt juara di tri sakti 2010… tp sayng .. diktm jarang kejuaraan kata ketua bpp… bppp… kenal sama judobpp y wis

  19. saya ozy umur 23 tahun asal samarinda saya lihat judo pertama kali diastro supersport sangat mengagumkan tehnik beladiri dengan bantingan dan kuncian, saya ingin sekali bergabung untuk latihan judo, kalau di sama rinda di mana saya bisa ikut latihan judo dan apa saja syaratnya?

  20. Salam Pak darwis,
    Untuk yg kesekian kalinya saya ucapkan banyak2 terima kasih atas info bpk tentang pak kasto subekti.dan saya sangat berpuas hati sekali.
    Walaupun saya nggak bisa bersua atau bercakap dengan beliau,setidaknya saya rasa gembira dapat kabarnya beliau masih sehat.ya walaupun beliau enggan ngomong sama saya.
    dan saya juga nggak mau nanti dibilang merusak reputasi beliau .
    Dan sekali lagi terima kasih.

    Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s