Evaluasi Kecelakaan Tambang di Indonesia tahun 2008 – 2011

Evaluasi Kecelakaan Tambang di Indonesia selama kurun tahun 2008 – 20011, dari hasil evaluasi ini dapat kita cermati bersama mengenai beberapa hal seperti masih tingginya kecelakaan di lokasi jalan tambang dan workshop, tingginya kecelakaan terhadap para operator dan mekanik, serta kecelakaan yang sering menimpa pekerja yang kurang berpengalaman ( masa kerja < 1 th), berikut adalah data yang kami terima, data telah diolah dan dibuat dalam bentuk tabel dan chart untuk kemudahan pembacaan.

Dari data diatas bisa terlihat konsentrasi kecelakaan tambang terpusat pada jalan tambang dan workshop, lalu lintas yang padat dengn frekwensi tinggi selama 24 jam menjadikan lokasi ini mrupakan penyumbang angka tertinggi untuk kecelakaan tambang, kurang baiknya etika berkendara, kualitas kendaraan dan rendahnya kepedulian akan resiko sering menjadi penyebab kecelakaan pada jalan tambang.

Pada Jenis kecelakaan yang terjadi angka terjepit/ tertimbun masih merupakan angka yang paling tinggi selama 4 tahun terakhir, di beberapa perusahaan terjadi kasus korban longsor dan cidera akibat terjepit peralatan kerja seperti di area workshop maupun dinding tambang yang runtuh.

Tingginya angka kecelakaan selama 4 tahun terakhir dari sisi penaatan peraturan kerja menjadi salah satu penyebab utama, Prosedur kerja dibuat berdasarkan resiko pekerjaan yang sudah dianalisa sehingga menjadi petunjuk wajib demi menjamin terlaksananya pekerjaan dengan cara yang aman tanpa kecelakaan. Pelanggaran/ violation merupakan cerminan kurang konsistennya pelaksanaan SMK3 yang ada.

Berdasarkan jenis pekerjaan korban sesuai / berkorelasi dengan angka kecelakaan dari Lokasi kerja yaitu mekanik yang notabene bekerja di area workshop dan operator/ driver yang banyak beroperasi di jalan tambang masih merupakan penyumbang terbesar terhadap statistik Kecelakaan tambang sampai tahun 2011

Bila dianalisa berdasarkan sumber kecelakaan maka terjadi penyebaran yang cukup merata dalam penyebab angka kecelakaan yang ada , baik permesinan, alat muat/ gali, maupun alat angkut galian (hauling).

Data diatas ini harus menjadi perhatian khusus bagi setiap perusahaan tambang, selama 4 tahun terakhir kecelakaan sebagian besar menimpa karyawan yang masih baru (masa kerja < 1 tahun), terlihat peningkatan angka 20% dari total kecelakaan yang ada, sehingga pendidikan/ latihan maupun pembekalan terhadap karyawan baru (unexperience employee) menjadi kewajiban mutlak untuk menjaga performance kecelakaan tambang menjadi lebih baik.

Demikian data yang ada seperti yang telah kami terima berdasarkan Surat edaran ESDM, penjelasan berupa uraian merupakan hasil pemikiran penulis sendiri, menurut kemampuan penulis yang terbatas untuk dapat menerjemahkan angka dan tabel yang ada. Penulis sekarang bekerja di perusahaan tambang dengan umur relatif sangat muda, dan merupakan perusahaan PKP2B generasi 3 yang beroperasi di Bulungan Kalimantan timur, bila ada kesalahan penafsiran maupun tulisan mohon dimaafkan.

Tulisan ini dibuat dengan misi ikut memasyarakat kan K3 sebatas kemampuan yang penulis miliki, data – data seperti ini cukup langka untuk didapat kan dan merupakan data yang sangat berharga bagi setiap perusahaan atau semua pihak yang berkeinginan membuat program dan mem budayakan K3.

salam K3

Darwis landa

About these ads

6 comments on “Evaluasi Kecelakaan Tambang di Indonesia tahun 2008 – 2011

  1. @ vic..ini data dari Kementerian ESDM , berdasarkan surat edaran Kepala Inspektur Tambang/ Direktur direktorat MIneral dan Batubara…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s