INSPEKSI AREA KERJA

Fenomena yang sering terjadi di sekitar kita, kondisi dan tindakan tidak aman frekwensinya sangat sering muncul di area kerja kita. Efek dari terlalu sering muncul, acap kali kita tidak lagi menyadari bahwa hal itu adalah bahaya. Dan kita baru tersadar setelah kondisi atau tindakan tidak aman tersebut menimbulkan insiden.

 

Sebagai contoh : kebiasaan kita meletakkan pisau dapur di ruang bermain anak . Karena sudah terbiasa melakukan hal tersebut, sehingga kita tidak merasa bahwa hal itu adalah bahaya. Tetapi setelah menemukan anak kita yang berumur 3 tahun terluka karena pisau tersebut, barulah kita tersadar bahwa meletakkan pisau dapur di ruang bermain anak adalah berbahaya.

 

Dengan selalu memeriksa apakah ada orang, situasi, dan peralatan yang berbahaya, kita dapat memastikan di sekitar kita adalah aman. Dan kita dapat mengidentifikasi sedini mungkin semua kondisi dan tindakan tidak aman dan menghilangkannya, sebelum “mereka” menimbulkan insiden.

 

Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk dapat melakukan inspeksi terencana yang baik :

            Tingkatkan “selera” kita. Kondisi fisik dan housekeeping sangat erat kaitannya dengan selera.

            Ketahuilah standar / persyaratan kerja yang aman dari tiap-tiap item. Anda dapat mencarinya dari referensi lain, “bench marking”, standar-standar lain, atau buku-buku lainnya.

            Hilangkan paradigma lama :  …ah ini sudah biasa !!,  … dari dulu juga aman ??, … saya sudah terbiasa dengan hal ini !!

            Tanyakan kepada setiap hal yang ditemui selama inspeksi : Apakah ini aman ?, Adakah efek dari kondisi / tindakan seperti itu ?

 

 

IDENTIFIKASI KONDISI DAN TINDAKAN TIDAK AMAN

Tujuan utama dari inspeksi adalah mengidentifikasi bahaya di lokasi kerja. Oleh karena itu, kemampuan seorang inspector dalam mengidentifikasi bahaya adalah kunci utama dalam proses inspeksi.

Pada dasarnya, tekni-teknik dalam mengidentifikasi bahaya adalah sebagai berikut :

1.            Berjalanlah berkeliling dan perhatikan hal-hal yang dapat menjadi sumber kecelakaan.

2.            Jangan hiraukan hal-hal yang sepele, pusatkan perhatian pada sesuatu yang dapat menyebabkan insiden serius.

3.            Tanyakan kepada pekerja mengenai pendapat mereka tentang bahaya dari pekerjaan yang dilakukan.

4.            Cermati instruksi kerja yang dibuat oleh pabrik.

5.            Pelajari catatan insiden dan catatan kesehatan pekerja ditempat tersebut.

6.            Pelajari hasil temuan inspeksi terdahulu.

7.            Lakukan pengamatan, terutama pada sumber-sumber energi.

8.            Cermati semua jenis pekerjaan yang ada di lokasi tersebut.

9.            Pertimbangkan keberadaan orang lain yang tidak selalu berada di lokasi tersebut.

10.        Perkirakan semua orang yang dimungkinkan bisa terluka akibat dari kegiatan di lokasi tersebut.

Dari setiap bahaya yang teridentifikasi, perhatikan jumlah orang dan lamanya terkena paparan bahaya tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s