MENCEGAH KOMPOR BBG MELEDAK

Kompor berbahan bakar gas memang praktis dan bersih. Tetapi banyak orang khawatir akan keamanan pemakaiannya. Dalam benak kita bahan bakar gas (BBG) mudah meledak. Padahal potensi itu tidak akan terjadi kalau kita memahami karakter BBG dan proses terjadinya ledakan, serta mengetahui cara mencegahnya.

Dalam berita di sebuah stasiun TV ditayangkan tentang peristiwa kecelakaan akibat ledakan gas elpiji (LPG atau liquid petroleum gas) di sebuah rumah tangga. Dalam tayangan peristiwa itu langit-langit rumah tampak hancur berantakan. Herannya, tabungnya masih utuh. Lo, bagaimana ini?

Selama ini banyak orang memahami bahwa yang namanya ledakan gas tentulah serupa dengan ledakan granat atau petasan. Benda – entah granat atau petasan – yang diisi bahan peledak, akan hancur berantakan jika diledakkan.

Akan tetapi ledakan gas elpiji ternyata tidak demikian. Pada kasus elpiji, yang meledak bukan gas di dalam tabung, melainkan yang di luar tabung. Tabung elpiji baru akan pecah bila tekanan gas dalam tabung melebihi kekuatan tabung. Kekuatan tabung biasanya 2 – 2,5 kali tekanan gas yang diisikan. Tekanan gas dapat meningkat bila saat mengisi melebihi ambang batas tekanan yang diperbolehkan, atau karena terkena panas yang cukup tinggi. Kondisi itu serupa dengan ban yang dipompa terlalu keras, atau dijemur di terik matahari, sehingga tidak mampu menahan tekanan udara yang melebihi kemampuan. Ban itu pun meledak.

Proses gas meledak
Bahan bakar gas (BBG) baru akan meledak dan atau terbakar bila melibatkan tiga unsur sekaligus yaitu adanya udara (oksigen), suhu, dan gas itu sendiri. Bila campuran gas di udara mencapai sekitar 4% pada suhu tertentu, kondisi itu akan mengakibatkan ledakan. Tetapi bila kadarnya di bawah itu, yang terjadi adalah terbakarnya gas alias kompor itu menyala.

Contoh terbakarnya gas pada tabung serupa dengan proses menyalakan korek api gas. Ketika roda gigi pemantik api diputar, muncullah loncatan bunga api. Selanjutnya, ketika ibu jari menekan klep pembuka gas cair di dalam tabung korek api itu, gas pun keluar bercampur dengan udara. Akibat panas dari bunga api, gas yang keluar itu pun terbakar, menghasilkan nyala api berwarna biru di bagian bawah dan kuning di bagian atas.

Begitu pula proses kerja korek api bensin zaman dulu; bensin yang cair keluar sebagai gas melalui sumbu. Sedangkan panas pada korek api kayu berasal dari pergesekan kepala korek dengan dinding yang telah diberi bahan kimia. Jadi, dapat dibayangkan betapa dahsyatnya bila bunga api kecil itu menyambar gas yang mengapung di udara.

Contoh lain adalah peristiwa ledakan gas LPG yang terjadi di pagi hari saat seorang ibu menyalakan lampu listrik di dapur. Bisa jadi itu karena adanya gas bocor yang kemudian mengambang di lapisan udara sekitar saklar lampu listrik di ruang dapur. Saat itu campuran gas dan udara yang mencapai kadar 4% terkena loncatan bunga api dari saklar hingga mengakibatkan terjadinya ledakan.

Barangkali gara-gara adanya contoh kasus ledakan semacam itu, orang menjadi takut atau merasa tidak aman menggunakan gas sebagai bahan bakar kompor untuk keperluan memasak. Padahal bila peralatan memasak berbahan bakar gas berfungsi baik, ledakan atau kebakaran tidak akan terjadi, sebab setiap peralatan itu sudah dirancang agar aman digunakan.

Kompor gas, misalnya, dirancang untuk menghasilkan energi panas dengan memanfaatkan bahan bakar gas. Ke dalamnya sengaja dialirkan gas, yang kemudian akan bercampur dengan udara, dan dipanaskan dengan korek api atau pemantik api agar menghasilkan nyala api berwarna biru. Karena itu konstruksi kompor gas dibuat dengan tepat agar bisa menghasilkan nyala api, bukan ledakan.

Tekanan gas yang keluar dari tabung elpiji diatur oleh regulator sesuai dengan tekanan yang diperlukan oleh kompor. Gas mengalir melalui selang gas, lalu masuk ke kompor lewat nozzle. Gas dari nozzle menarik udara (disebut udara primer) masuk ke dalam tabung pencampur, selanjutnya campuran ini keluar lewat lubang api.

Bila saat keluar bersentuhan dengan sumber panas dari korek api atau pemantik api, gas akan terbakar berbarengan dengan udara di sekitarnya (disebut udara sekunder). Nyala apinya biru. Besar kecilnya nyala api tergantung besar kecilnya arus gas yang dapat diatur dengan keran gas. Konstruksi nozzle dan tabung pencampur dirancang agar campuran gas tidak mencapai 4% hingga menimbulkan ledakan.

Seperti menambal ban
Kebocoran gas bisa terjadi karena keran kompor tidak tertutup rapat, slang gas bocor, regulator tidak bekerja baik, atau sambungan selang ke tabung atau kompor tidak rapat.

Aslinya, gas cair ini tidak berbau. Namun, agar mudah dikenali bila bocor, gas diberi odoran yang berbau menyengat. Tujuannya, agar kita cepat “tersengat” dan mengetahui telah terjadi kebocoran gas sehingga kita tidak melakukan sesuatu yang menimbulkan sumber panas yang bisa menyebabkan ledakan, dan sebaliknya segera mencari sumber kebocoran.

Suatu kali pernah dipakai jenis odoran berbau cempedak. Aroma ini memang tidak disukai oleh orang Eropa. Tetapi saat gas itu dicontohpakaikan di Indonesia, yang terjadi justru sebaliknya. Orang kita malah membiarkan gas bocor karena ingin mencium bau “wangi” gas. Nah, ini ‘kan berbahaya? Karena itu, gas rasa cempedak tidak digunakan lagi.

Gas elpiji lebih berat dari udara sehingga gas yang bocor akan mengambang di lapisan udara bagian bawah ruangan. Makin ke atas makin tipis komposisinya hingga memungkinkan kandungan menjadi 4%.

Karena itu, bila tercium bau gas di dalam ruangan, segeralah buka pintu atau jendela, kemudian cari sumber kebocoran, segera cabut regulator yang terpasang, dan matikan keran kompor. Jangan sekali-kali menyalakan saklar listrik, korek api, membawa lampu minyak atau lilin yang menyala.

Cara paling aman menemukan gas bocor bukanlah dengan nyala api, melainkan dengan air sabun. Caranya mudah, oleskan air sabun di bagian yang diduga bocor. Pada bagian yang bocor lapisan sabun akan menggelembung. Mirip kerja tukang tambal ban yang sedang mencari sumber kebocoran ban.

Agar dapat merasakan bau gas itu seperti apa, bukalah sedikit keran gas di kompor Anda (Awas, jangan ada sumber api!), dan hafalkan baunya. Untuk menyalakan kompor gas, pertama-tama buka dulu keran gas sedikit hingga gas keluar – tandanya, terdengar bunyi mendesis – baru nyalakan korek api dan dekatkan korek api ke lubang api di kompor gas.

Untuk memadamkan nyala api gas bila sampai terjadi kebakaran, usahakan untuk tidak menyemprot langsung api di kompor gas dengan air atau pemadam api lainnya. Cara demikian memang akan mematikan nyalanya, tetapi gas masih mengalir yang malah memungkinkan komposisi gas di udara mencapai 4%. Keadaan ini berpotensi mengakibatkan ledakan. Jalan paling tepat ialah menghentikan aliran gas dengan menutup keran kompor gas.

Prinsip dasar mematikan kebakaran adalah memisahkan satu dari tiga unsur tadi (bahan bakar, udara, dan suhu). Hal ini dapat disamakan dengan menyemprotkan air pada kayu yang terbakar. Tindakan ini bertujuan untuk mendinginkan kayu yang terbakar dan mencegah persinggungan udara dengan kayu yang bersuhu tinggi.

Bahan bakar gas memang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Namun, mengingat manfaatnya, ia tetap diperlukan. Karena itu harus dipahami cara mengoperasikan dengan baik berbagai peralatan yang menggunakan bahan bakar ini. (Samsoel Hidajat), from; http://www.indomedia.com/Intisari/1999/oktober/kompor_bbg.htm

Advertisements

15 thoughts on “MENCEGAH KOMPOR BBG MELEDAK

  1. Salam…
    Tabung gas Elpiji saya bocor, apa yang harus saya lakukan???bahaya kah jika saya letakkan pada posisi terkena matahari langsung???
    terima kasih

    • tabung itu jarang bocor bu,penyebab utamanya Regulator ibu yang masih manuaal sama kondisi selang ibu yang belum standar.harus sering di lakukan pengontrolan, perawatan selang dan kompor

  2. Salam…
    Tabung gas Elpiji saya bocor, apa yang harus saya lakukan???bahaya kah jika saya letakkan pada posisi terkena matahari langsung???
    terima kasih

  3. Thanks, artikelnya berguna sekali. Masih penasaran, untuk yang awam apakah bisa diketahui kalau kadar campuran gas di udara sudah mencapai 4%? dan suhu berapa yang berpotensi menyebabkan ledakan?

    Terima kasih.

  4. untuk mengukur gas caranya hanya dengan menggunakan gas detector namun alat ini mahal jarang digunakan orang awam, untuk praktisnya agar LEL (lower explosive limit) gas tidak tercapai, sebaiknya dapur dibuat dengan ventilasi yang baik sehingga bila ada kebocoran gas tidak terkumpul dalam ruangan namun ter-encerkan oleh udara yang berganti.

  5. Pengalaman saya, yang sering tidak rapat antara regulator dengan kepala tabung gas. Dipasang goyang, bahkan bunyi cossss gitu. Hal ini disebabkan kait di regulatur sudah aus/berubah bentuk atau kepala tabung gas yang sudah aus. Akhirnya harus beli “alat pengaman tabung gas”.

  6. Pagi ini kompor yg saya gunakan utk memasak(posisi kompor dlm keadaan menyala),dg suara ‘blug’ api diatas tungku pindah ke bawah sktr pemantik,lalu timbul nyala api.Buru2 sy matikan kran kompor.Apa yg salah dlm kompor saya? Mohon penjelasannya..Terimakasih..

  7. Apakah bunyi ‘blug’ timbul saat menyalakan kompor atau kompor sudah nyala mba’?
    biasanya bunyi tersebut akibat ada gas sisa yang keluar saat akan menyalakan kompor (terlebih bila saat menyalakan pemantik tidak langsung menyala..gas keluar tapi tidak jadi api), sehingga saat ada api cukup dan membakar gas timbul nyala api seketika..

    tindakan yang diambil sudah benar untuk mematikan aliran gas segera (mematikan kompor), tapi umumnya hal ini umum terjadi dan gak masalah, asal sebelum/ saat memasak agar memperhatikan bau gas yang ada (saat kompor menyala harusnya gak ada bau karena gas sudah terbakar) dan biasakan untuk melakukan perawatan kompor, tabung dan asesoriesnya secara berkala ex. 1 bulan sekali, terutama setiap sambungan selang gas baik dari kompor maupun dari tabung/ regulator….semoga bisa menjawab,,

  8. Kompor sudah nyala sktr 15 menit u masak air.Tiba2 api dr atas pindah ke sktr pemantik dg bunyi ‘blug’,lalu timbul nyala api..

  9. berarti memang ada gas bocor, atau ada bekas lemak/ minyak disekitarnya sehingga panas nyala api menjalar….periksa ulang kompor, selang, regulator nya mba’ kemudian dibersihkan, biasanya kalau sudah lama dipakai, selang dan kompor sering kena percikan minyak hasil memasak shg bisa menyebabkan api menjalar, jangan takut …karena api tidak akan bisa masuk ke tabung, karena tekanan gas dalam tabung lebih tinggi, ledakan lebih dikarenakan gas yang bocor, dan terjebak dalam ruangan…..pada kasus kebakaran umumnya adalah gas terbakar/meledak bukan tabungnya….salam

  10. apakah aman bila tabung gas yg bocor d tu2p dngan kain basah dngan mksud supaya tabung gas dingin sampe smua gas habis kluar….

  11. kalau dirasa memang tabung nya panas bisa saja mba, timpemadam pun melakukan hal yang sama bila tabung/tangki panas maka harus didinginkan dulu, agar tidak meledak, namun yang lebih penting adalah mencegah gas terkungkum/terkumpul dalam suatu ruangan maka akan sangat beresiko terjadi ledakan gas…salam

  12. Kepala regulator ku mengeluarkan bau gas saat menyalakan kompor tp bau nya tidak menyengat..setelah ku matikan kompor nya ternyata masih tercium bau gas..apa ini tanda ada kebocoran gas??
    apa yang harus aku lakukan???tolong penjelasannya…trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s