Pengantar Confined Space Entry

-“Jika confined space tidak bisa dibuat aman bagi pekerja, walaupun tindakan-tindakan pencegahan telah diambil, maka pekerja tersebut tidak boleh masuk ke dalam confined space sampai confined space tersebut dibuat aman untuk dimasuki dengan menggunakan PPE tambahan.”–
Apakah bekerja di dalam sebuah confined space berbahaya?

Setiap tahun, banyak pekerja yang terluka dan terbunuh pada saat bekerja di dalam sebuah ruangan tertutup /confined space. Diperkirakan bahwa 60% dari korban yang mengalami kematian adalah penolong. Karena banyak alasan, sebuah confined space bisa jadi lebih berbahaya daripada tempat-tempat kerja biasa. Untuk mengendalikan resiko-resiko yang berhubungan dengan pekerjaaan di dalam confined space secara efektif, sebuah program pengendalian dan penilaian bahaya dalam confined space harus diterapkan di tempat kerja anda. Sebelum mengadakan program ini, pastikan untuk meninjau kembali peraturan-peraturan khusus yang diterapkan di tempat kerja anda. Sebagai contoh, OSHA mempunyai peraturan-peraturan yang berhubungan dengan confined space entry. Jika confined space tidak bisa dibuat aman bagi pekerja walaupun tindakan-tindakan pencegahan telah diambil, maka pekerja tersebut tidak boleh masuk ke dalam confined space sampai confined space tersebut dibuat aman untuk dimasuki dengan alat-alat tambahan.

Apakah confined space itu?

Secara umum, sebuah confined space adalah sebuah ruangan yang tertutup atau sebagian tertutup yang :
Tidak secara khusus dirancang atau ditujukan untuk tempat tinggal manusia
Memiliki jalan masuk dan jalan keluar terbatas yang dirancang sesuai lokasi, ukuran, dan peralatan tertentu.
Bisa menimbulkan resiko kesehatan dan keselamatan bagi siapa saja yang memasukinya, dikarenakan satu atau lebih dari factor-faktor berikut ini:
Desain, konstruksi, lokasi, atau pada atmosfirnya
Material atau zat di dalamnya,
Kegiatan kerja yang dilakukan di dalamnya, atau
Adanya bahaya keselamatan, proses dan mekanik.

Confined space bisa ada di dalam atau di atas tanah. Confined space bisa ditemukan di hampir semua tempat kerja. Sebuah confined space, tidak benar-benar seperti namanya, tidaklah harus betul-betul kecil. Contoh-contoh yang termasuk confined space adalah seperti silo (gudang makanan hewan/tempat peluncuran peluru (kendali di bawah tanah), vat (sebuah vessel besar yang terbuka untuk menahan atau menyimpan liquid), hopper (container berbentuk corong), kubah, pipa pembuang air, shaft, truk, dan sayap pesawat. Parit atau selokan bisa jadi juga merupakan confined space apabila jalan masuk atau jalan keluarnya terbatas.

Bahaya-bahaya apa yang ada di dalam sebuah confined space?
Semua bahaya yang ditemukan di tempat kerja biasa juga bisa ditemukan di dalam sebuah confined space. Namun, bahaya-bahaya di dalam confined space malah lebih berbahaya dibandingkan dengan bahaya-bahaya di tempat kerja biasa.

Bahaya-bahaya di dalam confined space bisa mencangkup:
Kualitas udara yang buruk: kemungkinan jumlah oksigen tidak cukup bagi pekerja untuk bernapas. Atmosfir di dalamya mungkin mengandung zat berbahaya yang bisa membuat pekerja sakit atau bahkan kehilangan kesadaran. Ventilasi alami sendiripun sering tidak cukup untuk menjaga kualitas udara agar bisa bernapas.
Paparan zat kimia karena kontak dengan kulit atau tercerna ke dalam tubuh, juga menghirup udara yang buruk.
Bahaya kebakaran : Kemungkinan adanya ledakan/atmosfir yang dapat terbakar karena liquid, debu dan gas yang dapat terbakar yang jika menyala akan menyebabkan kebakaran atau ledakan.
Bahaya-bahaya yang berhubungan dengan proses seperti residu zat kimia, dan pelepasan bahan-bahan suplai.
kebisingan.
Bahaya-bahaya keselamatan seperti bagian-bagian peralatan yang bergerak, bahaya-bahaya struktural, terbelit, tergelincir, dan jatuh.
Radiasi.
Temperatur ekstrim termasuk pada permukaan dan atmosfir.
Pergeseran atau jatuhnya material berat.
Kegagalan rintangan / barrier dapat menyebabkan banjir / lepasnya benda padat yang mengalir dengan bebas.
Energi yang tidak terkendali, termasuk didalamnya kejutan listrik.
Daya pandang/visibilitas terbatas.
Bahaya-bahaya biologik.

Mengapa bekerja di dalam sebuah confined space lebih berbahaya dari pada bekerja di tempat kerja yang lain?
Banyak faktor yang perlu dievaluasi ketika mengidentifikasi bahaya di dalam confined space. Kesalahan dalam mengidentifikasi atau mengevaluasi bahaya-bahaya potensial bisa mengakibatkan konsekuensi-konsekuensi yang lebih serius. Dalam beberapa kasus, kondisi di dalam confined space selalu benar-benar berbahaya. Dalam kasus yang lain, kondisinya mengancam kehidupan dikarenakan keadaan kombinasi yang tidak biasa. Keadaan yang berubah-ubah dan tak terprediksi ini adalah alasan mengapa penilaian bahaya (hazard assessment) benar-benar penting dan harus di tangani dengan serius setiap kali ia dilaksanakan.

Beberapa contoh termasuk:
Jalan masuk/keluar dari confined space menyebabkan pekerja tidak bisa keluar tepat pada waktunya karena adanya banjir atau jatuhnya benda padat yang mengalir secara bebas.
Penyelamatan diri sendiri bagi para pekerja (self-rescue) menjadi lebih sulit.
Penyelamatan korban lebih sulit. Bentuk interior dari confined space sering kali menyebabkan pergerakan manusia ataupun peralatan menjadi susah.
Ventilasi udara yang alami sering tidak cukup untuk mempertahankan kualitas udara agar bisa bernapas. Bentuk interior dari confined space tidak memungkinkan pergerakan udara yang mudah di dalamnya.
Keadaan bisa berubah dengan sangat cepat.
Tempat atau ruangan di luar confined space bisa memberi dampak pada kondisi di dalam confined space, atau sebaliknya.
Aktivitas-aktivitas kerja bisa menimbulkan bahaya yang tadinya tidak ada.

Apa yang seharusnya dilakukan ketika bersiap-siap memasuki confined space?
Hal penting yang harus diingat adalah bahwa setiap kali seorang pekerja berencana untuk memasuki sebuah tempat kerja, dia harus menentukan apakah tempat kerjanya termasuk dalam kategori sebuah confined space atau tidak. Pastikan bahwa Confined Space Hazard Assessment and Control Program telah diikuti. Silahkan kunjungi the OSH Answers document “Confined Space – Program” untuk informasi lebih lanjut.
Pertanyaan selanjutnya adalah – Apakah benar-benar penting untuk melakukan suatu pekerjaan di dalam confined space? Dalam banyak kasus dimana terjadi kematian di dalam confined space, kenyataannya adalah bahwa sebenarnya pekerjaan tersebut bisa dilakukan di luar confined space!Sebelum memasuki confined space apapun, seseorang yang telah terlatih dan berpengalaman harus mengidentifikasi dan mengevaluasi semua bahaya potensial di dalam confined space. Langkah penting dalam menentukan bahaya di dalam confined space adalah tes udara. (air testing)

Tes Kualitas udara:

Udara yang ada di dalam confined space harus di uji dari luar confined space sebelum masuk ke dalam confined space. Perhatian harus benar-benar diberikan untuk memastikan bahwa udara di seluruh confined space telah diuji – setiap sisi dan dari atas ke bawah. Seorang pekerja yang terlatih menggunakan peralatan pendeteksi yang memiliki jarum penduga dan sampling line harus melakukan tes kualitas udara.

Sampling tersebut menunjukkan bahwa:
Daya muat oksigen ada dalam batas aman – tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak.
Tidak ada atmosfir yang berbahaya (gas toksik, atmosfir yang dapat terbakar).
Peralatan ventilasi beroperasi dengan benar.

Hasil-hasil tes mengenai bahaya-bahaya ini dicatat di Izin Masuk (Entry Permit) bersama dengan peralatan dan metode yang digunakan pada saat melakukan tes. Silahkan lihat OSH Answers document “Confined Space – Program” untuk informasi lebih lanjut mengenai izin masuk (entry permits).Tes udara bisa saja terus berlangsung tergantung pada sifat dari bahaya potensial dan sifat pekerjaannya. Keadaan bisa berubah pada saat para pekerja sedang berada di dalam confined space dan terkadang atmosfir yang berbahaya tercipta oleh aktivitas kerjja di dalam confined space.

Bagaimana bahaya-bahaya dikendalikan di dalam confined space?

Metode pengendalian bahaya secara tradisional yang ditemukan di tempat kerja biasa bisa efektif di dalam confined space. Hal ini mencangkup kontrol engineering, kontrol administratif, dan peralatan perlindungan diri (PPE). Kontrol engineering dirancang untuk menghilangkan bahaya, sementara kontrol administratif dan PPE mencoba meminimalkan terjadinya kontak dengan bahaya.Meskipun demikian, sering karena sifat dari confined space sendiri dan tergantung dengan bahayanya, tindakan-tindakan pencegahan khusus yang biasanya tidak dibutuhkan di tempat kerja biasa, perlu dilakukan. Kontrol engineering yang biasanya digunakan di dalam confined space adalah ventilasi mekanik (mechanical ventilation). Sistem izin masuk (Entry Permit system) adalah salah satu contoh kontrol administratif yang digunakan untuk confined space. PPE seperti respirator, gloves, dan ear plugs juga biasa digunakan.

Bagaimana kualitas udara dipertahankan?

Ventilasi alami (aliran udara natural) biasanya tidak dapat diandalkan dan tidak cukup untuk mempertahankan kualitas udara. Ventilasi mekanik (blowers, fans) biasanya penting untuk mempertahankan kualitas air.
Jika ventilasi mekanik tersedia, harus ada juga suatu system peringatan di lokasi untuk memberitahukan dengan segera kepada pekerja apabila ada bahaya atau kegagalan pada peralatan ventilasi.
Perhatian harus diberikan untuk meyakinkan bahwa udara yang disediakan oleh sistem ventilasi ke confined space adalah udara yang ‘bersih’.
Kemudahan pergerakan udara di seluruh confined space harus diperhatikan karena bahaya dari kantung-kantung gas berbahaya masih tersisa, meskipun telah ada ventilasi mekanik.
Jangan mengganti oksigen untuk udara segar. Meningkatkan jumlah oksigen akan secara signifikan meningkatkan resiko kebakaran dan ledakan.
Penggunaan ventilasi mekanik harus dicatat pada izin masuk (entry permit).

Bagaimana kebakaran dan ledakan dapat dicegah?

Suatu pekerjaan yang menggunakan nyala api (flame) atau sumber nyala api dihasilkan (hot work) seharusnya dalam keadaan normal tidak dilaksanakan di dalam confined space kecuali:
Semua gas, liquid, dan uap yang dapat terbakar dihilangkan sebelum memulai pekerjaan panas (hot work) apapun . Ventilasi mekanik digunakan untuk Menjaga konsentrasi dari zat berbahaya yang dapat terbakar atau meledak kurang dari 10% dari Lower Explosive Limit nya DAN Pastikan bahwa jumlah oksigen di dalam confined space tidak bertambah . Jumlah oksigen harus lebih kecil daripada 23% tapi harus dijaga pada level tidak lebih besar dari pada 18%. (Jumlah ini bisa sangat bervariasi dari satu yuridiksi ke yuridiksi yang lain)
Permukaan-permukaan yang tertutupi oleh material yang mudah menyala (combustible material) harus dibersihkan atau dilindungi untuk mencegah nyala api.

Selama mengerjakan hot work, konsentrasi dari oksigen dan material yang mudah menyala harus dimonitor untuk meyakinkan bahwa level oksigen tetap pada tingkat yang tepat dan level material yang mudah menyala tidak lebih tinggi dari 10% dari LEL. PAda kasus-kasus khusus hal ini tidak mungkin terjadi, dan tindakan pencegahan tambahan harus diambil untuk memastikan keselamatan pekerja sebelum memasuki confined space. Apabila bahaya-bahaya potensial yang mudah terbakar di atmosfir teridentifikasi selama tes awal, confined space harus dibersihkan atau di purging dan diventilasi dan dites kembali sebelum confined space diizinkan untuk dimasuki. Hanya setelah tes udara dilakukan di dalam batas yang diizinkan, dan entry dilakukan pada saat gas-gas digunakan untuk purging, hal ini bisa jadi sangat berbahaya.

Bagaimana sumber energi dikendalikan?

Semua sumber energi potensial yang berbahaya harus di de-engergized dan dikunci sebelum memasuki confined space, sehingga peralatan tidak bisa dihidupkan secara tidak sengaja. Konsep ini dikenal dengan nama Lock Out Tag Out Program / loto.

Apakah tindakan-tindakan pencegahan keselamatan lainnya?

Banyak bahaya atau situasi lain yang bisa terjadi di dalam sebuah confined space. Pastikan bahwa semua bahaya dikendalikan termasuk :
Benda-benda padat yang bergerak bebas dbuang dari confined space untuk mneghilangkan resiko tenggelam atau mati lemas karena kekurangan nafas.
Semua pipa harus diputuskan hubungannya atau diisolasi. Tidak perlu menutup valve.
Sebuah barrier dipasang untuk mencegah zat padat mengalir secara bebas memasuki confined space.
Confined space harus dibuka cukup lebar untuk masuk atau keluar sehingga pekerja bisa masuk atau keluar dengan mengunakan peralatan pelindung.
From : http://indosafe.com/content/view/7/26/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s