Investigasi kecelakaan dan penyebab kematian

Tahun ini kecelakaan tambang semakin tinggi bila dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya, angka kematian akibat kecelakaan juga semakin tinggi dan menjadi PR hampir setiap Safety dept di seluruh tambang di Indonesia.

Fatality
Setiap kecelakaan otomatis langsung dilakukan Investigasi untuk mencari penyebab kecelakaan (penyebab lansung dan penyebab dasar), sebagai media pembelajaran dan sarana sosialisasi biasanya beberapa perusahaan mendapat “bocoran” tentang proses investigasinya. Namun dari beberapa kecelakaan yang pernah belum pernah diungkap masalah penyebab kematian dan tidak dilakukan investigasi untuk itu.

Investigasi penyebab kematian
Bagi para penggiat Rescue tentunya telah memiliki dasar – dasar First Aid atau Pertolongan pertama pada kecelakaan atau ada juga yang menyebutnya PPGD. Pada pembahasan awal umumnya disebutkan tujuan mempelajari P3K adalah:

– Mencegah kematian
– Mencegah cidera yang lebih parah
– Mengurangi rasa sakit dan takut

Hal ini menjadi konsern utama karena saat terjadi kasus kematian, harus ditelusuri apakah ada tindakan P3K yang dilakukan saat terjadinya proses kecelakaan/ ditemukannya korban, apakah pertolongan yang dilakukan sudah benar/cukup atau kurang?, atau malah ada tindakan yang dilakukan malah menyebabkan korban cideranya bertambah? bila ini terjadi maka tujuan mempelajari P3K menjadi gagal.

Kepmentamben 555k tahun 1995 sudah menuliskan bahwa setiap perusahaan tambang wajib membentuk tim penolong, tanggap darurat dan memberikan pelatihan rutin kepada setiap karyawannya untuk dapat menghadapi setiap kondisi gawat darurat. Bahkan ditulis pada pasal 44 mengenai kejadian berbahaya dimana salah satunya bila korban pingsan (meskipun tidak mengalami cidera) atau peralatan oksigen tidak berfungsi saat digunakan hal ini harus dilaporkan ke Inspektur tambang untuk dilakukan investigasi, yang artinya jangankan fatality, kejadian sebelum (pre contact) pun harus diperhatikan.

Salah satu kasus yang pernah terdengar adalah salah satu pekerja tambang meninggal tertimpa pohon, fokus investigasi sesesuai kaidah umum adalah mencari penyebab kenapa dia bisa tertimpa, dan lalu membuat rekomendasi agar orang tidak tertimpa lagi dikemudian hari. Seharusnya ada Investigasi tambahan yaitu tentang penyebab kematiannya yang berkaitan dengan kegiatan pertolongan (Rescue) yaitu :

– Berapa lama korban bisa mendapat pertolongan (Respond time)
– Apa Tindakan pertama kali yang dilakukan orang yang pertama kali datang?
– Pada menit keberapa tim Rescue Datang?
– Apa tindakan pertama yang diberikan ke korban? tanda vital? ekstrikasi? evakuasi?
– Menit keberapa korban sampai ke Rumah Sakit?
– Hasil Visum dari RS bagaimana?
– dst………

continue….kalo sempet

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s