Mengenal Kebisingan (Noise)

excessive-noiseKerusakkan pada pendengaran umumnya dapat terjadi jika terpapar terhadap noise pada intensitas yang melebihi nilai ambang batas dan waktu yang lama. Kehilangan pendengaran dapat bersifat permanen atau sementara. Secara umum diyakini bahwa paparan singkat terhadap kebisingan dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara. Namun jika paparan terhadap kebisingan dalam jangka waktu yang lama atau berulang-ulang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen. Kehilangan pendengaran pada rentang frekuensi tinggi dapat mempengaruhi pemahaman berbicara, karena mendengar pada frekuensi yang lebih tinggi diperlukan untuk membedakan konsonan bicara dari pembicara.

Yang menjadi masalah adalah bukti untuk mendukung efek nonauditory kesehatan mungkin tidak selengkap seperti halnya kasus gangguan pendengaran. Padahal noise dapat mengubah fungsi normal endokrin, kardiovaskular dan sistem saraf, dan semua itu bisa mempengaruhi keseimbangan dan naiknya tekanan darah, mengubah irama detak jantung dan penyempitan pembuluh darah.

Efek kebisingan pada perilaku mulai dari berkurangnya atau melambatnya respons pendengaran yang dapat menyebabkan frustasi sampai pada sifat yang sensitif terhadap gangguan yang biasanya dapat diabaikan. Kinerja juga dapat dipengaruhi oleh kebisingan, terutama pekerjaan mengumpulkan informasi atau menganalisis proses. Namun belum bisa dipastikan apakah efek noise terhadap perilaku bersifat permanen atau tidak.

Tidur merupakan proses regeneratif tubuh, maka setiap gangguan terhadap tidur akan mempengaruhi kesehatan emosional dan fisik secara langsung. Perubahan pola tidur dapat mempengaruhi kesehatan jangka panjang dan akibatnya mempengaruhi kinerja.

Noise-Level3Kebisingan tidak hanya ditempat kerja, tapi hampir bisa ditemukan dimana-mana. Kemajuan teknologi telah menciptakan sumber noise atau bising, seperti halnya kereta api, mobil, motor, mesin-mesin rumah tangga seperti mixer, blender, TV, radio, musik, handphone, mesin pemotong rumput, mesin gergaji, mesin bor, dan lain-lain. Sumber kebisingan diluar area kerja seringkali dibiarkan terbuka dan orang-orang sekitarnya tidak dilindungi. Gambar 1 memperlihatkan level kebisingan dari beberapa peralatan sumber kebisingan. Lain halnya dengan kebisingan ditempat kerja, pada umumnya sumber kebisingan dikendalikan atau pekerja yang terpapar dapat dilindungi dengan APD seperti ear plug atau ear muf, bisa juga dengan mengatur jadual istirahat sehingga tidak terpapar secara terus menerus.

NoiseGraphic

noise-levels

Untuk yang biasa mendengarkan musik dengan menggunakan Headset/ Earphone AWASSS, ini salah satu yang paling banyak menyumbang kerusakan telinga/ pendengaran, jadi berhati – hatilah, berikut adalah salah satu petunjuk pemakaian headset dari produk Apple yaitu Ipod:

ipod guide

Sumber bacaan:

http://healthsafetyprotection.com/mengenal-kebisingan-noise/

http://medicine.stonybrookmedicine.edu/surgery/blog/headphones-and-earphones-can-cause-permanent-hearing-loss-what-you-need-to-know

http://www.dangerousdecibels.org/education/information-center/faq/#mp3-heqdset

http://kantorsehat.com/2013/09/29/gangguan-pendengaran-akibat-kebisingan/

Advertisements