Sepenggal kisah tahun 2010..Merapi Eruption

Misi Kemanusiaan dari Berau ke Merapi

74648_1623452399324_7460967_n27 Oktober 2010, sehari menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Siang itu langit yang memayungi wilayah Berau tak begitu cerah. Awan hitam menggelayut. Darwis tampak asyik mematut-matut sebuah surat kabar. Dia membaca berita peristiwa bencana alam yang terjadi di Mentawai, Merapi dan Wasior.

Sejurus kemudian, konsentrasinya sontak buyar ketika telepon hape-nya berdering. Di ujung telepon Darwis terlibat perbincangan serius. Sangat serius bahkan. Hal itu terpancar dari keningnya yang tiba-tiba mengkerut. Serius kali nampaknya kawan ini. “Ok… nanti akan dibicarakan dengan teman-teman,” tandasnya di akhir hubungan jarak jauh itu seraya menutup telepon setelah mengucap salam. Rupanya telepon itu dari Tim Siaga Bencana Kementrian ESDM. Seperti diketahui, 2008 silam ESDM membentuk Emergency Respond Group. Tim ini bergerak di hampir semua bencana di Indonesia. Berau Coal termasuk dalam bagian itu. “Kegiatan internal kita ya… di lokasi tambang. Dan kegiatan eksternalnya di tingkat lokal dan nasional. Lokal meliputi Kalimantan Timur dan nasional di bawah arahan Kementerian ESDM. Sifatnya penugasan yakni dipilih dan diminta. Artinya siap dikirim kemanapun,” kata Manager OHS Dept. PT Berau Coal, Muh. Ector Prasetyo.

Menuju Medan Juang
Pendek cerita, esok harinya,vsejumlah anggota ERT Berau Coal bertolak ke Jakarta. Mereka hendak menunaikan tugas suci nan mulia, membantu korban bencana yang melanda tanah air. Selain membawa semangat, dalam menjalankan misi kemanusiaan itu mereka juga membawa perbekalan bala bantuan sesuai kebutuhan. Tim sampai di Jakarta dengan selamat. Anak-anak dari Berau Coal melebur bersama awak ERT dari berbagai perusahaan tambang lainnya. Di balik keseriusan misi yang dijalankan, canda tawa tentu mewarnai jumpa muka, jumpa pikiran dan jiwa dengan kawan lama tersebut.

29 Oktober 2010.
162855_1619640384026_8250930_nTim gabungan Emergency Respon Group (ERG) apel pembagian tugas dan pelepasan pemberangkatan ke Mentawai dan Merapi oleh Menteri ESDM. Awak Berau Coal bersama teman-teman dari Adaro, Newmont, PAMA kebagian jatah ke Merapi. Siang itu, sesampai di Yogya, mereka disambut letusan susulan Merapi. Sadar kalau perjalanan ini bukanlah paket wisata, tim tidak berleha-leha. Mereka langsung melakukan operasi pemantauan arus pengungsi, membagikan masker dan membantu proses evakuasi. Saat itu radius aman Merapi ditetapkan menjadi 15 KM.

30 Oktober 2010.
Waktu menunjukkan pukul 04.30 WIB. Tim ERG ESDM melakukan briefng koordinasi untuk bantuan ke posko pengungsi. Rapat tak berlangsung lama. Sejurus kemudian tim langsung bergerak untuk meng-update informasi di posko utama Pakem KM.17 Sleman, observasi jalan evakuasi di Jl. Kaliurang yang berdebu tebal. Hari itu tim juga melakukan survei ke lokasi pengungsian di non posko utama, di Desa Tlogo Watu, Kemalang. Di sini didapati pengungsi sebanyak 300 jiwa.

31 Oktober 2010.
Pagi itu, setelah briefng seluruh anggota tim ERG ESDM bergerak sesuai penugasan, yakni mendistribusikan logistik bantuan untuk pengungsi di Gereja GBP, Dusun Remeng Kidul, Desa Tlogo Watu, Kecamatan Kemalang. Bantuan yang
diberikan berupa makanan bayi, pakaian bayi, pembalut wanita, sembako dan medical services. Dari situ tim bergerak lagi ke posko pengungsian di Gereja Katolik, Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang. Sama halnya dengan di posko
sebelumnya, bantuan yang diberikan berupa makanan bayi, pakaian bayi, pembalut wanita, sembako serta medical services. Di posko ini jumlah pengungsi sebanyak 300 jiwa.

Riuh Rendah Penyelamatan
35610_1623958091966_3520938_nGejolak Merapi memang tak bisa diprediksi dengan pasti. Merapi sempat mengalami penurunan aktivitas vulkaniknya. Namun tiba-tiba bereaksi lagi. Ini yang menegangkan. Kendati demikian, Tim tetap bergerak melaksanakan misi kemanusiaan.

8 November 2010.
Tim ERG ESDM berkoordinasi di kantor BNPB Yogyakarta. Dalam pertemuan itu dibahas; observasi titik pengungsian
terdekat dengan radius aman (20 KM); observasi titik untuk evakuasi; pemantauan penduduk yang memasuki daerah tidak aman. Hari itu Tim ERG ESDM bergerak bersama tim Basarnas untuk observasi ke Kecamatan Ngemplak, Kalasan, Manis Renggo.

9 November 2010.
Briefing di posko Basarnas di daera Kampus UGM. Hari itu aktivitas Merapi sudah menurun. Setelah melakukan evaluasi, Tim langsung melakukan observasi pengungsi di Kecamatan Ngaglik dan Kalasan. Di sini Tim memberikan layanan medical service dan membagikan masker.

10 November 2010.
Bersama SAR & tim BRIMOB meluncur ke Kepurun, Manis Renggo Desa Srundeng memasuki area 10 KM dari Merapi. OHS Manager PT Berau Coal, Muh. Ector Prasetyo turut serta dalam rombongan. Saat itu evakuasi terpaksa dihentikan karena dikejar awan panas, sampai sore hari.

11 November 2010.
Tim melakukan asessment pengungsian di Desa Taji, Kecamatan Prambanan. Di sini 1.604 pengungsi memerlukan bantuan medis serta sembako. Lalu assessment dilanjutkan ke Dusun Pluneng, Desa Kebon Arum, Kecamatan Prambanan. Disini 750 pengungsi memerlukan bantuan medis dan logistik. Dari sini Tim bergerak untuk meneruskan asessment di area radius tidak aman di Kecamatan Kalasan dan Prambanan. Siang hari, masyarakat di sini masih melakukan aktivitas sehari-hari, ketika malam tiba mereka kembali ke pengungsian. Pengungsi di sini sebanyak 1.723 orang.

75688_171918786152701_4472577_nMenyerempet Bahaya
Melakukan misi kemanusian dilokasi bencana bisa dikatakan menyerempet bahaya. Seringkali mereka bekejar-kejaran dengan maut. Suatu waktu posko terpaksa ditinggalkan karena serangan abu dari kawah Merapi menyergap. Dalam
kondisi tidak memungkinkan itu tim ditarik mundur ke Yogyakarta. Mereka berpacu dengan guguran material besar
dan semburan Merapi. Dalam keadaan genting itu, yang dipikirkan tak hanya keselamatan diri sendiri. Mereka membuka jalur evakuasi untuk para pengungsi. Tak hanya memikirkan pengungsi, Tim juga memberikan pengobatan pada petugas
jaga di pos-pos pengungsian, jika diperlukan.

Dari hari ke hari Tim ERG ESDM masuk kampung keluar kampung membaca keadaan, menganalisanya dan merumuskan apa yang akan dilakukan. Mereka selalu apel di pagi hari, meng-update data merapi di posko utama Pakem KM.17, meluncur ke sejumlah wilayah, mendata jumlah pengungsi, jumlah korban, evakuasi, mendirikan posko pengungsian, posko kesehatan, membagikan masker, membeli segala macam kebutuhan pengungsi seperti makanan, minuman, hingga survival equipment seperti tali, tenda dan rain coat dan mendistribusikannya.

74648_1623452519327_2199573_nWilayah yang mereka sambangi antara lain, Kelurahan Jarak, Boyolali, Lereng Gunung Merbabu, Dusun Patran, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Kecamatan Dukun Magelang, Muntilan, Desa Dukun, Kecamatan Ngemplak, Cangkringan, Blondo, Kecamatan Martoyudan, Magelang. Maguwoharjo, Desa Mblabak Magelang, Babarsari, Kalasan, Manis Renggo, Kecamatan Ngaglik. Kepurun, Desa Srundeng, Kecamatan Prambanan, Desa Taji, Desa Turi, Taman
Martani Kalasan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Sleman.

Lima bulan sudah peristiwa tersebut terjadi. Kini para awak OHS Department Berau Coal yang melakukan misi kemanusiaan di Yogya sudah kembali ke Berau dengan selamat, tak kurang suatu apapun. Tentu banyak pelajaran yang dipetik dari pengalaman itu. Bukankah pengalaman guru yang paling berharga…

Amoleee…

189897_1768959476910_7198167_a

note:

Terima kasih yang tak terhingga disampaikan kepada KLM; Komunitas Lereng Merapi, Induk Balerante, Mas Erot & Seluruh Teman-teman di Komunitas 907 atas terlaksananya Operasi Kemanusiaan ini.

Terima kasih juga untuk pengurus wisma Arimbi Gd. Wanitatama, selama 1 bulan sdh ngurus kami/ Tim ESDM Siaga Bencana, Mas yang nyewain mobil avanza (sampe gores2), tukang Gudeg di jln Solo, tempat nyari makan kalo sdh kemaleman, warga Tlogo mulyo yg sdh ngasih makan tim relawan ESDM (mie rebus) malem2, Mas agung dari Camp 27 atas supportnya….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s