Salam Teng …trenteng…teng…..ngeeeennngg!!!

New Comer in Kopi Moca….

Melengkapi jenis – jenis motor tua pada klub Kopi Moca , pendatang baru adalah Yamaha DT100 atau yang biasa disebut Yamaha Enduro, motor ini sangat terkenal di eranya, biasanya saat orang melihat motor ini pasti langsung bilang..motornya Rhoma atau Ali Topan …..kalau generasi sekarang menyebutnya motornya Changcuters (Tarik Jabrik)..

pada klub Kopi Moca, rata – rata sebagian besar jenis motor bermerek Honda , sedikit yang Kawasaki atau Yamaha, dan hampir semuannya adalah 4 tak, dan motor Yamaha DT100 ini satu – satunya yang 2 tak, dan satu-satunya pula yang tipe trail.

Motor Trail Jadul ini berkapasitas hanya 100 cc, cocok untuk penggunaan harian, varian umum adalah warna kuning, putih dan merah maroon, standar roda depan belakang adalah ring 21-18

Kendala umum adalah seperti umumnya motor 2 tak, harus rajin nengok isi Oli Samping, penyakit oli rembes akibat seal-seal yang sudah aus, lebih boros bensin dibanding motor 4 tak..dan yang terakhir  namun menjadi ciri khas nya…suaranya….Bising !

Kalau di Japstyle atau motor Kastem ada istilah salam ; Blar…Blar..

maka di motor 2 tak , salam: “Teng…trenteng…teng……..ngeeennnnngggg!!!!

Advertisements

Fenomena “Bystander Effect”

Kecelakaan terjadi di daerah jembatan kembar Banjarbaru, Senin (2/10) siang. Sebuah pikap terjun ke sungai setelah sebelumnya menyenggol pengendara motor. Sopirnya terjebak di dalam kabin. Masyarakat pun mulai berdatangan. Pengendara berhenti karena penasaran. Saking banyaknya yang menonton, peristiwa ini menimbulkan kemacetan panjang.

Meski banyak yang menonton, hanya beberapa orang yang berinisiatif turun tangan. Yang lain, berdiri menyaksikan. Kebanyakan bahkan melakukan mengambil gambar melalui gawainya. Ada yang melakukan streaming siaran langsung.

Sejam baru sopir yang terjebak itu bisa dikeluarkan. itu pun, dikeluarkan oleh Basarnas yang dihubungi untuk menolong. Momen -momen dramatis pertolongan disaksikan masyarakat yang semakin lama, semakin banyak. Semuanya penasaran dan menjadikan itu tontonan menarik.

Fenomena sosial ini memang sedang banyak disorot di banyak daerah. Istilahnya bystander effect. Bystander bisa dipahami sebagai pengamat kejadian. Umumnya, orang-orang enggan menolong karena berharap ada orang lain yang akan menolong. Celakanya, hal ini justru menyulitkan para penolong. Seringkali, karena kerumunan yang banyak, tim rescue tak bisa menembus dan membuat korban kehabisan darah atau masuk masa sekarat.

http://kalsel.prokal.co/read/news/11556-fenomena-bystander-effect-di-banua-nonton-ambil-foto-lalu-pergi.html

Ilustrasi, foto by google“Bystander” adalah orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian dan mempunyai peran sangat besar dalam memengaruhi seseorang saat memutuskan antara menolong atau tidak ketika dihadapkan pada keadaan darurat (Sarwono, 2009).Read More »