Fenomena “Bystander Effect”

Kecelakaan terjadi di daerah jembatan kembar Banjarbaru, Senin (2/10) siang. Sebuah pikap terjun ke sungai setelah sebelumnya menyenggol pengendara motor. Sopirnya terjebak di dalam kabin. Masyarakat pun mulai berdatangan. Pengendara berhenti karena penasaran. Saking banyaknya yang menonton, peristiwa ini menimbulkan kemacetan panjang.

Meski banyak yang menonton, hanya beberapa orang yang berinisiatif turun tangan. Yang lain, berdiri menyaksikan. Kebanyakan bahkan melakukan mengambil gambar melalui gawainya. Ada yang melakukan streaming siaran langsung.

Sejam baru sopir yang terjebak itu bisa dikeluarkan. itu pun, dikeluarkan oleh Basarnas yang dihubungi untuk menolong. Momen -momen dramatis pertolongan disaksikan masyarakat yang semakin lama, semakin banyak. Semuanya penasaran dan menjadikan itu tontonan menarik.

Fenomena sosial ini memang sedang banyak disorot di banyak daerah. Istilahnya bystander effect. Bystander bisa dipahami sebagai pengamat kejadian. Umumnya, orang-orang enggan menolong karena berharap ada orang lain yang akan menolong. Celakanya, hal ini justru menyulitkan para penolong. Seringkali, karena kerumunan yang banyak, tim rescue tak bisa menembus dan membuat korban kehabisan darah atau masuk masa sekarat.

http://kalsel.prokal.co/read/news/11556-fenomena-bystander-effect-di-banua-nonton-ambil-foto-lalu-pergi.html

Ilustrasi, foto by google“Bystander” adalah orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian dan mempunyai peran sangat besar dalam memengaruhi seseorang saat memutuskan antara menolong atau tidak ketika dihadapkan pada keadaan darurat (Sarwono, 2009).Read More »

Advertisements

Lifting, crane nya mampu gak ya?

Pada suatu waktu di sebuah area kerja, ada pekerjaan bongkar muat kontainer , posisi kontainer ada didalam barge/ tongkang, beratnya 20 – 25 ton, crane yang digunakan cap. 50 ton, pertanyannya apakah crane nya mampu melaksanakan kegiatan tersebut.

Logikanya bisa, karena kapasitas crane 2 x lipat dari beban yang diangkat, namun kita cek terlebih dahulu data – data yang ada:

screen-shot-2016-11-13-at-11-59-00

ternyata jarak crane ke tongkang/ barge 16 – 30m, artinya crane harus menurunkan boom nya lebih jauh kedepan, hal ini akan menurunkan kapasitas angkat crane, semakin besar sudut boom maka daya angkatnya akan menurun:

screen-shot-2016-11-13-at-11-51-12

crane-sale

 

bila crane tidak bisa mengangkat maka resikonya adalah crane rebah atau sling putus, berikut adalah gambaran crane 120 ton, mengangkat beban seberat 30 ton pada jarak 20 meter:

img_0773-1
Tipping aka Nungging

 

Evaluasi Kecelakaan Tambang di Indonesia Tahun 2010 – 2014

IMG_20150915_081611_1442285662653Catatan evaluasi kecelakaan tambang di Indonesia mengacu pada 6 parameter yaitu :

  1. Berdasarkan tempat kejadian kecelakaan
  2. Berdasarkan Jenis kecelakaan
  3. Berdasarkan penyebab kecelakaan
  4. Berdasarkan Jenis pekerjaan
  5. Berdasarkan Sumber kecelakaan
  6. Berdasarkan lama bekerja

Berikut adalah data – data kecelekaan tambang di Indonesia Berdasarkan surat edaran Kepala Inspektur Tambang/ ESDM:

Slide01 Slide02Read More »

Mengenal Kebisingan (Noise)

excessive-noiseKerusakkan pada pendengaran umumnya dapat terjadi jika terpapar terhadap noise pada intensitas yang melebihi nilai ambang batas dan waktu yang lama. Kehilangan pendengaran dapat bersifat permanen atau sementara. Secara umum diyakini bahwa paparan singkat terhadap kebisingan dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara. Namun jika paparan terhadap kebisingan dalam jangka waktu yang lama atau berulang-ulang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen. Kehilangan pendengaran pada rentang frekuensi tinggi dapat mempengaruhi pemahaman berbicara, karena mendengar pada frekuensi yang lebih tinggi diperlukan untuk membedakan konsonan bicara dari pembicara.

Yang menjadi masalah adalah bukti untuk mendukung efek nonauditory kesehatan mungkin tidak selengkap seperti halnya kasus gangguan pendengaran. Padahal noise dapat mengubah fungsi normal endokrin, kardiovaskular dan sistem saraf, dan semua itu bisa mempengaruhi keseimbangan dan naiknya tekanan darah, mengubah irama detak jantung dan penyempitan pembuluh darah.

Efek kebisingan pada perilaku mulai dari berkurangnya atau melambatnya respons pendengaran yang dapat menyebabkan frustasi sampai pada sifat yang sensitif terhadap gangguan yang biasanya dapat diabaikan. Kinerja juga dapat dipengaruhi oleh kebisingan, terutama pekerjaan mengumpulkan informasi atau menganalisis proses. Namun belum bisa dipastikan apakah efek noise terhadap perilaku bersifat permanen atau tidak.

Tidur merupakan proses regeneratif tubuh, maka setiap gangguan terhadap tidur akan mempengaruhi kesehatan emosional dan fisik secara langsung. Perubahan pola tidur dapat mempengaruhi kesehatan jangka panjang dan akibatnya mempengaruhi kinerja.

Noise-Level3Kebisingan tidak hanya ditempat kerja, tapi hampir bisa ditemukan dimana-mana. Kemajuan teknologi telah menciptakan sumber noise atau bising, seperti halnya kereta api, mobil, motor, mesin-mesin rumah tangga seperti mixer, blender, TV, radio, musik, handphone, mesin pemotong rumput, mesin gergaji, mesin bor, dan lain-lain. Sumber kebisingan diluar area kerja seringkali dibiarkan terbuka dan orang-orang sekitarnya tidak dilindungi. Gambar 1 memperlihatkan level kebisingan dari beberapa peralatan sumber kebisingan. Lain halnya dengan kebisingan ditempat kerja, pada umumnya sumber kebisingan dikendalikan atau pekerja yang terpapar dapat dilindungi dengan APD seperti ear plug atau ear muf, bisa juga dengan mengatur jadual istirahat sehingga tidak terpapar secara terus menerus.

NoiseGraphic

noise-levels

Untuk yang biasa mendengarkan musik dengan menggunakan Headset/ Earphone AWASSS, ini salah satu yang paling banyak menyumbang kerusakan telinga/ pendengaran, jadi berhati – hatilah, berikut adalah salah satu petunjuk pemakaian headset dari produk Apple yaitu Ipod:

ipod guide

Sumber bacaan:

http://healthsafetyprotection.com/mengenal-kebisingan-noise/

http://medicine.stonybrookmedicine.edu/surgery/blog/headphones-and-earphones-can-cause-permanent-hearing-loss-what-you-need-to-know

http://www.dangerousdecibels.org/education/information-center/faq/#mp3-heqdset

http://kantorsehat.com/2013/09/29/gangguan-pendengaran-akibat-kebisingan/

Investigasi kecelakaan dan penyebab kematian

Tahun ini kecelakaan tambang semakin tinggi bila dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya, angka kematian akibat kecelakaan juga semakin tinggi dan menjadi PR hampir setiap Safety dept di seluruh tambang di Indonesia.

Fatality
Setiap kecelakaan otomatis langsung dilakukan Investigasi untuk mencari penyebab kecelakaan (penyebab lansung dan penyebab dasar), sebagai media pembelajaran dan sarana sosialisasi biasanya beberapa perusahaan mendapat “bocoran” tentang proses investigasinya. Namun dari beberapa kecelakaan yang pernah belum pernah diungkap masalah penyebab kematian dan tidak dilakukan investigasi untuk itu.

Investigasi penyebab kematian
Bagi para penggiat Rescue tentunya telah memiliki dasar – dasar First Aid atau Pertolongan pertama pada kecelakaan atau ada juga yang menyebutnya PPGD. Pada pembahasan awal umumnya disebutkan tujuan mempelajari P3K adalah:

– Mencegah kematian
– Mencegah cidera yang lebih parah
– Mengurangi rasa sakit dan takut

Hal ini menjadi konsern utama karena saat terjadi kasus kematian, harus ditelusuri apakah ada tindakan P3K yang dilakukan saat terjadinya proses kecelakaan/ ditemukannya korban, apakah pertolongan yang dilakukan sudah benar/cukup atau kurang?, atau malah ada tindakan yang dilakukan malah menyebabkan korban cideranya bertambah? bila ini terjadi maka tujuan mempelajari P3K menjadi gagal.

Kepmentamben 555k tahun 1995 sudah menuliskan bahwa setiap perusahaan tambang wajib membentuk tim penolong, tanggap darurat dan memberikan pelatihan rutin kepada setiap karyawannya untuk dapat menghadapi setiap kondisi gawat darurat. Bahkan ditulis pada pasal 44 mengenai kejadian berbahaya dimana salah satunya bila korban pingsan (meskipun tidak mengalami cidera) atau peralatan oksigen tidak berfungsi saat digunakan hal ini harus dilaporkan ke Inspektur tambang untuk dilakukan investigasi, yang artinya jangankan fatality, kejadian sebelum (pre contact) pun harus diperhatikan.

Salah satu kasus yang pernah terdengar adalah salah satu pekerja tambang meninggal tertimpa pohon, fokus investigasi sesesuai kaidah umum adalah mencari penyebab kenapa dia bisa tertimpa, dan lalu membuat rekomendasi agar orang tidak tertimpa lagi dikemudian hari. Seharusnya ada Investigasi tambahan yaitu tentang penyebab kematiannya yang berkaitan dengan kegiatan pertolongan (Rescue) yaitu :

– Berapa lama korban bisa mendapat pertolongan (Respond time)
– Apa Tindakan pertama kali yang dilakukan orang yang pertama kali datang?
– Pada menit keberapa tim Rescue Datang?
– Apa tindakan pertama yang diberikan ke korban? tanda vital? ekstrikasi? evakuasi?
– Menit keberapa korban sampai ke Rumah Sakit?
– Hasil Visum dari RS bagaimana?
– dst………

continue….kalo sempet